Senin, 12 Desember 2011

makalah sejarah awal kimia organik


BAB II
PEMBAHASAN

2.1         Zat-zat Organik

Sumber utama materi-materi organic adalah hewan dan tumbuhan yang diklasifikasikan dan saat itu seorang ahli kimia dari Arab secara terpisah belajar dan memperoleh sumber mineral. Pada tahun 1970 Bergam yang pertama kali mengamati materi anorganik dan organik pada tahun 1806 Berzelluis yang pertama kali menggunakan istilah kimia organik. Selama pengetahuan mengenai materi organik ditingkatkan, tidak terpikir oleh mereka bahwa alam menyediakan begitu banyak senyawa dan kimia organik secara bertahap sama dengan senyawa karbon dalam kimia.
Pada awalnya sering bekerja dengan bahan-bahan seperti darah, ludah urine, putih telur, dan lain-lain. Satu dari senyawa organik yang pertama adalah alkohol (etanol) yang biasanya ada dalam pesta. Di Eropa pada abad ke-12, alkohol tersebut dibuat dengan cara destilasi dan alkohol juga dikenal oleh ali kimia di Arab. Di Cina etanol diperoleh berabad-abad  tahun yang lalu. Keduanya dilakukan dengan cara destilasi dan air dihilangkan dengan menggunakan suhu yang rendah. Pada abad ke-6 dihasilkan reaksi dari alkohol dengan masing-masing tiga mineral asam yang disiapkan. Sebelum tahun 1780, hanya ada empat asam organik yang diketahui yaitu : formalin, asetat, benzene dan succinic. Setelah masa itu beberapa isolasi Scheels lebih banyak dimasukan asam oksalat, asam sitrat dan asam laktat. Dia juga memperoleh jumlah ester dan bias mengisolasi gliserol dan asam hidrosianida.
Scheels meninggal pada tahun 1786, ada sekian banyak orang yang menemukan senyawa-senyawa baru yang bersumber dari alam. Tapi pada tiga dasawarsa pertama di abad ke-9 ditemukan banyak peningkatan dalam pengetahuan jumlah senyawa organic dalam merumuskan teori. Diantara tiga gula ini : glukosa, fruktosa dan sukrosa yangdiisolasi oleh Proust juga diperoleh asam amino leusin dari keju. Demonstrasi yang dilakukan oleh Gottlieb Sigismun Kirchoff (1764-1833) pada kanji dihasilkan glukosa pada suhu tinggi dengan asam belerang. Pada tahun 1835 banyak alkaloid yang diisolasi dan dimasukan mofin, kina dan kafein. Ahli kimia Prancis Michael Chevrul (1786-1889) melakukan demonstrasi pada lemak dari senyawa gliserol dan asam lemak yang mana beberapa diantaranya diisolasi pertama kali. Pada tahun 1820, Michael mengusulkan kenaikan ukuran titik lebur dari kemurnian dari suatu senyawa organik. Chevrul adalah satu-satunya tokoh utama dalam sejarah kimia yang hidup sekitar 100 tahun dan memiliki peran aktif dalam ilmu pengetahuan di Prancis sampai meninggal.
Dengan meningkatkan jumlah senyawa karbon usaha penemuan timah dapat dikatakan rasional dan banyak fakta yang sekarang ini dimengerti. Ahli-ahli kimia terkemuka dari Prancis dan Jerman memberikan masukan yang besar dalam pengembangan bidang ini.

2.2         Vitalisme
Ketika Lavoiser berpikir tentang senyawa organik, tidak ada arti khusus dari fakta-fakta mereka itu yang mempengaruhi hidup organisme. Meskipun pada abad ke-9 ahli kimia yang sebaliknya menyetujui pandangan tersebut yakni senyawa organik itu hanya dapat dihasilkan sebagai perwakilan dari kekuatan penting yang mana senyawa organik tersebut merupakan pemberian tumbuhan dan hewan. Usaha Wohler mencoba membuat ammonium sianida dari reksi antara peroksianida dan ammonium klorida. Ammonium sianida mengalami perubahan menjadi urea ketika larutan diuapkan menjadi kering.
Whohler menuliskan kepada Berzellius bahwa : saya dapat membuat urea tanpa membutuhkan ginjal, walaupaun membuatnya tidak dituntut untuk mendapat gugahan vitalisme dan keduanya bisa diperoleh dari sumber alami. Maksud Wohler mensintesis urea dari ammonia sianida karena keduanya memiliki komposisi yang sama dan oleh karena itu dilengkapi dengan contoh awal dari isomerasi.
Vitalisme mengalami kemunduran yang serius pada tahun 1844 , Herma Kolbe (1818-1884) mensintesis asam cuka dari material anorganik. Karena itu ia telah mengetahui bahwa setrika dan karbon jika dipanaskan bersama-sama menghasilkan karbon sulfide. Kolbe memperlihatkan percobaan untuk karbon sulfide dengan klor menghasilkan produksi tetrakloroetana dengan uap melalui suatu tabung merah pijar. Ia juga menemukan bahwa tetrakloridaetana bereaksi dengan klor dan air di hadapan cahaya matahari menghasikan cuka trikoasetil. Sejak itu Loui Henri Frederic Melsens (1814-1886) telah menunjukan cuka trikoasetil yang bias dikonversi ke asam cuka. Kolbe menyatakan bahwa asam cuka sampai sekarang hanya dikenal sebagai suatu produk oksidasi dari bahan organik. Doktrin vitalisme kemudian secara berangsur-angsur ditinggalkan, tetapi masih menjadi reaksi biokimia yang dapat digunakan untuk peragian pada abad ke-19

2.3         Analisis Organik dan Senyawa Organik
Peningkatan yang besar dalam banyaknya zat organik dilaporkan pada awal dari bagian abad ke-19 yang menyertai perbaikan didalam teknik tentang analisa berkenaan dengan unsur kuantitaf yang digunakan untuk menetapkan komposisi campuran yang baru. Metode analisa yang asli untuk karbon dan hydrogen telah dikembangkan oleh Lavoiser. Bagaimanapun ia menemukan permasalah yang berhubungan dengan metode yang dipertimbangkan.
Seperti halnya menyempurnakan teknik itu untuk menafsirkan campuran karbon dan hydrogen. Liebig juga memikirkan metode analisa kuantitatif untuk belerang dan halogen kemudian Jean Baptiste Ander Dumas (1800-1884) bertanggung untuk memperkenalkan suatu metode analisa yang akuran untuk nitrogen.
Organik dari suatu campuran diperkiraan perbedaan antara total persen dari semua unsur-unsur. Tapi walaupun analisa berkenaan dengan unsur-unsur akurat menjadi rutin, pengurangan dari rumusan suatu campuran dari data yang analisis masih penuh dengan kesukaran. Komposisi etanol cuka : 40,0 %, H = 6,7 %, O = 53,3 %, ini merupakan suatu perihal yang sederhana untuk menyimpulkan bahwa rumusan dari campuran adalah CH2O. kalkulasi seperti itu memperkerjakan berat atom modern massa atom relative nilai-nilai C = 12, H = 1, O = 16. Banyaknya campuran diberi formula yang mana dapat dibandingkan dengan rekaan pendamping modern berisi banyaknya ganda atom dari tiap unsur.

2.4         Subtitusi dan Teori Jenis

Liebig dan Wohler menerbitkan karya mereka tentang senyawa-senyawa benzoil yang sangat dipercaya karena semangatnya yang mana teori radika diadopsi. Hasil-hasil percobaannya mengubah konsep teori radikal dan melemahkan ide-ide Berzellius tentang penggunaan dualism dalam ilmu kimia organik.
Penelitian Dumas dilaksanakan dalam suatu kegiatan selama penyambutan yang dilakukan oleh Charles X di “The Tuilenis” di Paris. Dumas menyatakan bahwa asap-asap tersebut disebabkan oleh klorida hydrogen yang berasal dari klorin yang digunakan untuk memutihkan lilin, dia menemukan bahwa klorin tidak ada dalam lilin sebagai ketidakmurnian tetapi digabung secara kimiawi dengan lilin.
Penelitian substitusi kemudian diambil oleh August Laurent (1808-1853) seorang murid Dumas. Ia menyatakan bahwa kandungan-kandungan hasil yang terkloronisasi tidak tampak cukup berbeda dengan yang terdapat pada materi-materi permulaan. Radikal mendasar hanya mengandung karbon dan hydrogen dan radikal ini diubah menjadi radikal perolehan dengan kandungan-kandungan yang secara umum sama dengan cara mengganti satu atau lebih atom-atom oleh plemen lainya. Berzellius melembangkan trikloroasetat sebagai komoniasi radikal-radikal C2Cl6 dan C2O3 yang kemudian bergabung dengan H2O.
Pada tahun 1839 Charles Frederich Gerhardf menyatakan bahwa reaksi-reaksi organik dapat dianggap sebagai pemisahan dan penggabungan residu-residu yang dianggap sama dengan radikal-radikal. Bedasarkan persamaan modern hal ini dapat dilambangkan sebagai :
Rumus baru Gerhardf disebut rumus dua volume karena berat molekul senyawa yang mudah berubah sama dengan berat dua volume berat molekul yang dibandingkan dengan berat satu volume hydrogen.

2.5         Radikal-radikal Bebas

          Pada tahun 1818-1899 Robert Willhelm Bunsen memulai karyanya dengan cairan yang spontan mudah terbakar, berbau dan kental yang disebut dengan “cacodyl”. Asam hidroklorid mengubah oksidasi menjadi klorida. Pada tahun 1847 setelah sintesis asam asetatnya dari materi-materi anorganik. Bunsen menemukan bahwa sianida  dapat terhidrolisis ke asam karboksilik. Reaksi ini sangat penting hingga kini dapat disintesis. Kolbe memberikan alasan bahwa jika dengan formulasi gabungan dari asam adalah tepat maka dapat dicurigai sebagai pembusukan elektrolit. Radikal elektronegatif oksalat dicegah dengan elektroda positif dimana akan terkombinasi dengan oksigen dari elektrolisis air ke karbondioksida.
            2C2H5 + Zn                      C4H10 + ZnI2
            2C2H5 + 2Zn                   (C3H5)2Zn + ZnI2 
Frankland memperkirakan hasil butana adalah radikal etil bebas. Hasil yang sesuai diperoleh ketika seng direksikan dengan iodometana. Mereka tidak hanya memperlakukan percobaan-percobaan ini yang kelihatan berhasil dalam produksi radikal bebas, tetapi mereka juga membuka bidang kimia organometalik. Senyawa organometalik digunakan dalam bermacam-macam penerapan seperti sintesis tingkat lanjut.
Frankland segera membuat organometalik lagi dengan mereaksikan ligan lain dengan halogen alkana. Reaksi pencampuran dibatasi dalam pipa tertutup dan dipanaskan dengan memfokuskan sinar matahari keatasnya. Fankland membuat metal dan etil dari raksa dan timah dan antimonia dan senyawa seperti oksida dari stangfilium (dietilen oksida, (C2H5)2SnO) yang dirumuskan sebagai C2H5SnO.
Kolbe berpendapat bahwa radikal cocodyl tersusun dari radikal metal konjugasi ke arsenic dan cocodyl ditemukan oleh Bunsen, dapat disamakan dengan pembentukan klorida dan oksida secara bersamaan melalui arsenik sendiri. Sifat kimianya yang tersisa tidak dapat berubah. Ketika Frankland memeriksa jarak senyawa yang telah dibuatnya, dia melihat bahwa tidak mungkin mendukung pandangan Kolbe. Ketika oksidasi dari stenefilium mungkin dapat disamakan dengan SnO2 karena itu dia mengusulkan bahwa atom memiliki kekuatan gabungan tertentu yang berdiri sendiri dari keaslian atom-atom dimana mereka tergabung. Ia menyebutkan bukti-bukti sperti unsur-unsur nitrogen, fosfor, antimon, dan arsenik yang selalu terlihat bergabung dengan tiga atau lima unsur lain.
2.6         Teori Tipe Baru
Sementara Frankland mengembangkan teori kekuatan gabungannya ditampilkan teori tipe baru. Amina, metal dan etil amina telah dibuat pada tahun 1849 oleh Charles Adolphe Wufz (1817-1884) dan dia mengakui bahwa senyawa-senyawa ini berhubungan dengan ammonia. Pekerjaan dilanjutkan oleh August Wilhelm Von Hofman (1818-1892) yang pada tahun 1851 membuat ammonia primer, sekunder dan tersier dan juga garam ammonia kuarter. Dia mengklasifikasikan bahan-bahan ini sebagai tipe ammonia.
Pada waktu yang sama Alexander William Wilhamson (1824-1904) mencoba membuat alkohol yang lebih tinggi dengan meristifusi hydrogen dalam etanol dengan suatu radikal alkil. Ketika dia mereaksikan etanol dengan potassium etoksida dia mengetahui bahwa sebagai pengganti alkohol yang lain dia menemukan dietil ester. Sintesis ini menunjukkan bahwa etanol tidak dapat menjadi hidrat dari ester seperti yang diusulkan Liebig dan Wiliamson yang mengusulkan keberadaan tipe air.
Wiliamson mengusulkan bahwa asam asetat dapat dianggap sebagai bagian dari tipe air dengan 1 atom hydrogen digantikan oleh C2H5O. Pada tahun 1853 Gerdharf menambahkan dua tipe lagi yaitu tipe hydrogen termasuk hidrokarbon dan tipe hydrogen klorida termasuk halogen alkana.
            H                    C2H5               C2H5               C2H5
            H     N             H               C2H5        N     C2H5     N
            H                     H               H                   C2H5    
                                    H
                        Compounds of the ammonia type
                        H          C2H5            C2H5
                        H              H              C2H5
                        Compounds of the water type

                        H             C2H5          C2H5                H         C2H5
                        H             H                 C2H5                Cl          Cl
                        Compounds of the type                  compounds of the hydrogen
                                                                                          chloride type
Adalah penting untuk menyadari bahwa bagi Gerhardf formula ini adalah formula reaksi. Formula-formula ini mengindikasikan bahwa ada kesamaan kimiawi tertentu antara senyawa dari tipe yang sama.
Satu masalah dalam usaha untuk menunjukkan semua senyawa dari keempat tipe seperti jumlah penambahan senyawa yang diketahui adalah penting untuk menunjukkan dalam hal makin bertanbahnya radikal kompleks. Masalah ini dipecahkan kedalam beberapa tingkat oleh Wiliamson yang menggunakan formula dobel tipe dimana 2 formula tipe konvensional dihubungkan oleh suatu radikal yang kemudian digambarkan sebagai “diatomic

2.7         Atom Karbon Tetravalent

Orang yang memperkenalkan konsep penting mengenai atom karbon tetravalent adalah Friederich August Kekule (1829-1896). Tahun 1857 Kekule mengusulkan bahwa untuk empat tipe Gerhardf akan ditambahkan menjadi lima tipe salah satunya adalah gas paya (metana). Pada tahun berikutnya dia mempublikasikan pada surat kabar tua dimana dia menulis “karbon merupakan penyusun sederhana dari gas metana, metilklorida, karbon tetraklorida, kloroform, asam karbonil, karbon disulfide, asam prussic, dan lain-lain”. Semua ini tersusun dari karbon dengan jumlah yang banyak dimana diketahui oleh para ilmuwan sebagai kemungkinan terendah. Sebagai atom selalu digabungkan dengan empat atom dari sebuah atom tunggal atau dua atom dari atom ganda, unsur yang sama ini sudah umum, jumlah dari setiap unit kimia dimana unsur yang diikat oleh satu atom karbon adalah empat. Hal ini yang mendasari untuk melihat bahwa itu adalah tetraatomik (tetrabasic).
Istilah valensi mulai diperkenalkan pada tahun 1860-an untuk menggambarkan dan menghubungkan kekuatan dari suatu unsur. Frankland adalah teori dari teori radikal Kekule berpegang pada kesimpulan sebagai suatu hasil dari pengamatannya mengenai komponen organik dalam istilah dari teori tipe konsep dari valensi meruakan dasar dari struktur kimia organik modern. Kekule juga mengusulkan bahwa atom karbon dapat berpasangan bersama untuk membentuk rantai ketika suatu komponen dalam suatu reaksi dimana nomor atom dari atom tidak berubah.
Teori dari atom tetravalent adalah usulan dari Kekule untuk berdiri sendiri dan juga ilmu ini juga waktunya hampir sama dengan teori Scotsman Archibald Scott Couper (1831-1892). Menurut Couper karbon merupakan bentuk variabel valensi (dalam karbon monoksida dan karbondioksida). Kekule menggambarkan atom bervalensi banyak dengan suatu angka yang tepat dari perpindahan lingkaran.
Formula grafit sangat mirip dengan yang digunakan saat ini dan diperkenalkan pertama kalinya oleh seorang warga Scotlandia, Alexander Brown pada tahun 1864. Formula Brown sangat mungkin mempengaruhi pandangan Couper.
Kimia organik telah banyak berkembang sejak tahun 1860, terkait dengan perhatian tidak tentu terhadap atom dan berat molekul sehingga masalah tersebut dipecehkan tidak terdapat kesepakatan tentang formula empiris atau molekuler. Bagaimanapun ketidakpastian tersebur diakhiri dengan meningkatnya kemajuan kimia organik.



BAB III
PENUTUP

3.1         KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Pada pertengahan abab ke-19 banyak ahli kimia yang enggan berpikir tentang atom, hal ini dikarenakan berat molekulnya tidak pasti dan rumus molekulnya pun tidak jelas. Tetapi bagi orang yang ingin mengunakan teori atom tantangan besar dating dari kimia organik. Kenyataan ini mengakibatkan perkembangan dari berat atom yang tidak pasti dan penentuan rumus molekul yang benar. Usaha yang sistematik dimulai dari meningkatnya jumlah senyawa karbon dan pada tahun 1950 ditemukan konsep ikatan valensi. Munculnya kimia organik dimulai dari banyaknya penemuan senyawa-senyawa yang berasal dari hewan dan tumbuhan yang disusul dengan pertanyaan-pertanyaan yang timbul tentang nama senyawa dan berat molekulnya.
Hal-hal yang berhubungan dengan kimia organik yaitu sebagai berikut :
a.              Zat-zat organik
b.             Vitalisme
c.              Analisis organik dan rumusan organik
d.             Subsitusi dan teori jenis
e.              Radikal-radikal bebas
f.              Teori tipe baru
g.             Atom karbon tetravalen



DAFTAR PUSTAKA

Fessenden dan Fessenden. 1986. Kimia Organik. Edisi ke tiga. Jilid ke dua. Erlangga. Jakarta
www.forumsains.com › ForumIlmu AlamKimia



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar